Selasa, 19 April 2016

Bergerak tapi diam

sudah beberapa kali saya mendengar kalimat tersebut, dari Bapak Mario Teguh, Habib Novel, dan beberapa orang bijak lainnya. sebagai manusia kita harus terus bergerak secara pikiran mau pun tubuh kita untuk hidup dan berjuang, tapi iman harus tetap teguh/diam, sesibuk apapun tapi batin harus tetap tenang dan damai.sesuatu yang mudah diucapkan tetapi sangat sulit untuk dilakukan.

" Baginya (manusia) ada malaikat -malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia." (QS Ar-Ra'd 13:11).

Maka bukanlah sesuatu yang tepat jika kita hanya bilang "pasrah saja yakin saja sama Allah, semua sudah diatur", lalu malas bekerja, malas ibadah, tidak melakukan perencanaan keuangan untuk dunia akhiratnya dengan baik. karena kita harus senantiasa bergerak untuk mengubah keadaan kita dengan usaha dan doa, menyempurnakan ikhtiar, selain kita tetap berserah diri kepada Allah karena tiada daya dan upaya kita tanpa pertolongan-Nya, dan sangatlah mudah untuk-Nya mengubah sesuatu.

Selasa, 29 September 2015

kunci sukses

orang-orang sukses berkata bahwa tidak ada impian yang terlalu tinggi, jika kita belum mencapainya maka mungkin usaha dan doa kita yang kurang.
saat tujuan kita belum tercapai, mungkin kita memilih kendaraan yang salah
saat hidup kita tampak berliku dan panjang, mungkin GPS kita belum up date karena kita kurang ilmu.
saat doa kita belum di dengar, mungkin nomor telepon yang kita tekan belum lengkap, sinyalnya bagus dan pulsanya ada. sebagai contoh muslim wajib sholat 5 waktu, berarti nomor yang kita punya haruslah 24434 (shubuh-dzuhur-ashar-magrib-isya), sinyalnya dari kekhusuan kita melaksanakannya, dan pulsanya adalah dzikir dan doa.
Koh Ferry Irawan menginspirasi bahwa kunci sukses adalah keyakinan. Ibarat Nabi Daud AS saat melawan Jalut (David VS Gholiat), bagaimana beliau berani maju untuk menghadapi musuh saat yang lain tidak ada yang berani, tetapi malah dicemooh karena hanya seorang gembala yang bersenjatakan ketapel. pelajaran yang bisa diambil dari kesuksesan Nabi Daud AS adalah beliau yakin dengan kemampuannya memakai ketapel karena sudah sering berlatih saat menghalau binatang buas yang mengancam ternaknya dan yakin bahwa Allah akan selalu bersamanya untuk menolong hambanya yang berusaha, beliau memperhitungkan strategi yang harus digunakan dengan memilih batu runcing, melakukan perlawanan dengan cara yang berbeda dari orang lain yang saat itu bertempur dengan pedang dan bukan senjata jarak jauh. intinya adalah do the best, let's God fulfill the rest.
jadi kadang yang saya sendiri lupakan adalah keyakinan dengan apa yang sedang kita lakukan, jika yang kita lalukan memang benar terus lah berjuang karena orang lain akan selalu memberikan pandangan yang salah tentang yang kita lakukan seperti kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS saat menunggangi keledainya. How others see you is not important, how you see your self mean everything. berusaha dengan sekuat tenaga, tambah ilmu, silaturahim, dan berdoa, saat kita telah menyempurnakan ikhtiar baru kita bertawakal. semoga Allah selalu memudahkan kita untuk meraih impian kita,amin.

Rabu, 05 Agustus 2015

iman adalah percaya

setelah membaca kisah- kisah dalam Dasyatnya  Do'a & Dzikir Harian yang ditulis oleh Ustadz Yusuf Mansur dan Luthfi Yansyah. kadang terfikir kok bisa ya... motor mogok ditengah jalan setelah membaca sholawat puluhan kali akhirnya ada orang yang menolong.dan bahkan setelah sekian banyak kisah yang dibaca tentang dasyatnya pertolongan Allah,kadang masih malas untuk berdoa, malas untuk sholat sunah, sholat wajib di awal waktu, rowatib tidak pernah, ya... Allah ampuni aku.
percaya bahwa semua yang kita lakukan ternyata dipengaruhi oleh 99% doa dan 1% usaha. selama ini bisa dapat nilai bagus di sekolah ternyata karena yang dipelajari semalam itu yang keluar di soal besoknya. timing yang tepat ternyata bukan kebetulan, kebetulan bagi kita ternyata telah terencana oleh Tuhan.  
faith is believing

Kamis, 28 Mei 2015

HIDUP BARU DALAM RUMAH TANGGA


Fase yang dialami hampir semua manusia dewasa adalah menikah. Berumah tangga itu ibarat dua anak burung yang baru belajar mandiri lepas dari sarang induknya masing-masing.
Saat dua anak burung ini bertemu mereka akan bekerja sama belajar membangun sarang mereka dengan mengumpulkan ranting satu demi satu untuk dibentuk jadi sebuah sarang. Mereka belum berpengalaman maka kadang terjadi kesalahahpahaman dalam menyusun ranting-ranting itu bahkan kadang bentuk sarangnya tidak sesuai harapan mereka.

Begitu pun manusia, saat dua insan memasuki gerbang pernikahan, sesungguhnya mereka sedang belajar membangun rumah tangga setahap demi setahap, walau sulit dan penuh rintangan. mereka harus dapat menumpuk bata-bata pengertian yang direkat oleh kesabaran, dipoles dengan lapang dada dan saling menerima untuk membentuk dinding kesetiaan dan komitmen agar berdiri rumah yang sakinah, mawadah dan warahmah

Tahun-tahun pertama sesungguhnya masa-masa sulit untuk saling berkompromi dan kekuatan cinta di uji.Apalagi jika ada campur tangan dari keluarga, karena pernikahan sesungguhnya bukan hanya menyatukan dua insan tetapi juga dua keluarga. Saat anak- anak hadir kedewasaan kita pun ditempa dan kasih sayang serta kesetiaan di uji. Semakin berlalunya waktu cinta dengan debaran seperti saat pertemuan pertama dulu mungkin sudah tidak terasa tapi semakin kokoh karena saling mempengaruhi dan tergantung satu sama lain lebih seperti teman seumur hidup. Kadang kita lihat suami-istri yang telah berumah tangga puluhan tahun wajahnya semakin mirip, itulah soul mate.

Selasa, 26 Mei 2015

hidup baru menurut ayu

Hidup baru bagi saya adalah ketika saya memutuskan untuk hijrah. Perubahan yang drastis saat menjalani keyakinan yang baru dan bertekad berusaha untuk menjalankan setiap perintah-Nya dengan sebaik mungkin, bahkan menggunakan hijab sejak di hari pertama.
Saya sebetulnya malu karena waktu itu saya menganggap orang berkerudung itu agamanya pasti sudah mantap, tapi kakak pembimbing saya mengatakan  bahwa menutup aurat itu kewajiban ada di Quran. Saat turun perintah ini bahkan para sahabat menggunakan apapun untuk menutup auratnya yang masih terbuka.
Akhirnya dengan Bismillah saya lakukan juga. Mudah-mudahan saya bisa tetap istiqomah, amin..

Minggu, 24 Mei 2015

Every Day It's a New Life

Saat terbangun pagi hari dari tidur kadang saya sering lupa membaca doa bangun tidur. Lupa bersyukur kalau Dia masih membangunkan dari kematian sesaat. Lupa bersyukur kalau hari ini Allah masih memberikan saya kesempatan untuk bertaubat dan berbuat lebih baik lagi.
Sampai usia ini apa saja yang telah saya capai untuk hidup dan bekal dikemudian hari?
saya teringat postingan teman saya yang diambil dari sebuah buku tentang kehidupan setelah kelahiran. di buku itu mengilustrasikan seolah-olah kehidupan setelah mati sama seperti bayi yang akan lahir. Di dalam rahim ibu tersebut ada bayi kembar yang berdialog
Bayi A bilang kalau setelah lahir pasti ada dunia yang terang benderang dimana kita bisa makan dari mulut, bernapas dengan bebas, berjalan dengan kaki, dan tidak memerlukan tali ini lagi (tali pusar). Bayi B membantah karena itu sangat tidak masuk akal dan menggelikan, "tidak ada apa-apa setelah lahir, kita tidak mungkin bisa bertahan tanpa tali ini".
Bayi A lalu bilang bahwa akan sangat menyenangkan jika setelah lahir bisa melihat wajah ibu mereka.
Bayi B membantah tidak ada yang namanya ibu," jika dia ada kita sekarang bisa melihatnya dan mendengarnya".
Bayi A menyangkal, karena selama ini perasaannya mengatakan kalau ibu itu seolah melingkupi kita, melindungi, dan terasa sangat dekat walau tidak terlihat. "Aku dapat merasakan kehangatan dan kasih sayangnya".
kurang lebih seperti itu dialog diantara mereka, penggambaran yang bagus akan keberadaan Allah yang kadang kita lupakan keberadaannya. Saya harus mencari buku ini di toko buku, karena saya sangat tersentuh dengan dialog kedua bayi itu.