Kamis, 28 Mei 2015

HIDUP BARU DALAM RUMAH TANGGA


Fase yang dialami hampir semua manusia dewasa adalah menikah. Berumah tangga itu ibarat dua anak burung yang baru belajar mandiri lepas dari sarang induknya masing-masing.
Saat dua anak burung ini bertemu mereka akan bekerja sama belajar membangun sarang mereka dengan mengumpulkan ranting satu demi satu untuk dibentuk jadi sebuah sarang. Mereka belum berpengalaman maka kadang terjadi kesalahahpahaman dalam menyusun ranting-ranting itu bahkan kadang bentuk sarangnya tidak sesuai harapan mereka.

Begitu pun manusia, saat dua insan memasuki gerbang pernikahan, sesungguhnya mereka sedang belajar membangun rumah tangga setahap demi setahap, walau sulit dan penuh rintangan. mereka harus dapat menumpuk bata-bata pengertian yang direkat oleh kesabaran, dipoles dengan lapang dada dan saling menerima untuk membentuk dinding kesetiaan dan komitmen agar berdiri rumah yang sakinah, mawadah dan warahmah

Tahun-tahun pertama sesungguhnya masa-masa sulit untuk saling berkompromi dan kekuatan cinta di uji.Apalagi jika ada campur tangan dari keluarga, karena pernikahan sesungguhnya bukan hanya menyatukan dua insan tetapi juga dua keluarga. Saat anak- anak hadir kedewasaan kita pun ditempa dan kasih sayang serta kesetiaan di uji. Semakin berlalunya waktu cinta dengan debaran seperti saat pertemuan pertama dulu mungkin sudah tidak terasa tapi semakin kokoh karena saling mempengaruhi dan tergantung satu sama lain lebih seperti teman seumur hidup. Kadang kita lihat suami-istri yang telah berumah tangga puluhan tahun wajahnya semakin mirip, itulah soul mate.

Selasa, 26 Mei 2015

hidup baru menurut ayu

Hidup baru bagi saya adalah ketika saya memutuskan untuk hijrah. Perubahan yang drastis saat menjalani keyakinan yang baru dan bertekad berusaha untuk menjalankan setiap perintah-Nya dengan sebaik mungkin, bahkan menggunakan hijab sejak di hari pertama.
Saya sebetulnya malu karena waktu itu saya menganggap orang berkerudung itu agamanya pasti sudah mantap, tapi kakak pembimbing saya mengatakan  bahwa menutup aurat itu kewajiban ada di Quran. Saat turun perintah ini bahkan para sahabat menggunakan apapun untuk menutup auratnya yang masih terbuka.
Akhirnya dengan Bismillah saya lakukan juga. Mudah-mudahan saya bisa tetap istiqomah, amin..

Minggu, 24 Mei 2015

Every Day It's a New Life

Saat terbangun pagi hari dari tidur kadang saya sering lupa membaca doa bangun tidur. Lupa bersyukur kalau Dia masih membangunkan dari kematian sesaat. Lupa bersyukur kalau hari ini Allah masih memberikan saya kesempatan untuk bertaubat dan berbuat lebih baik lagi.
Sampai usia ini apa saja yang telah saya capai untuk hidup dan bekal dikemudian hari?
saya teringat postingan teman saya yang diambil dari sebuah buku tentang kehidupan setelah kelahiran. di buku itu mengilustrasikan seolah-olah kehidupan setelah mati sama seperti bayi yang akan lahir. Di dalam rahim ibu tersebut ada bayi kembar yang berdialog
Bayi A bilang kalau setelah lahir pasti ada dunia yang terang benderang dimana kita bisa makan dari mulut, bernapas dengan bebas, berjalan dengan kaki, dan tidak memerlukan tali ini lagi (tali pusar). Bayi B membantah karena itu sangat tidak masuk akal dan menggelikan, "tidak ada apa-apa setelah lahir, kita tidak mungkin bisa bertahan tanpa tali ini".
Bayi A lalu bilang bahwa akan sangat menyenangkan jika setelah lahir bisa melihat wajah ibu mereka.
Bayi B membantah tidak ada yang namanya ibu," jika dia ada kita sekarang bisa melihatnya dan mendengarnya".
Bayi A menyangkal, karena selama ini perasaannya mengatakan kalau ibu itu seolah melingkupi kita, melindungi, dan terasa sangat dekat walau tidak terlihat. "Aku dapat merasakan kehangatan dan kasih sayangnya".
kurang lebih seperti itu dialog diantara mereka, penggambaran yang bagus akan keberadaan Allah yang kadang kita lupakan keberadaannya. Saya harus mencari buku ini di toko buku, karena saya sangat tersentuh dengan dialog kedua bayi itu.