Minggu, 24 Mei 2015

Every Day It's a New Life

Saat terbangun pagi hari dari tidur kadang saya sering lupa membaca doa bangun tidur. Lupa bersyukur kalau Dia masih membangunkan dari kematian sesaat. Lupa bersyukur kalau hari ini Allah masih memberikan saya kesempatan untuk bertaubat dan berbuat lebih baik lagi.
Sampai usia ini apa saja yang telah saya capai untuk hidup dan bekal dikemudian hari?
saya teringat postingan teman saya yang diambil dari sebuah buku tentang kehidupan setelah kelahiran. di buku itu mengilustrasikan seolah-olah kehidupan setelah mati sama seperti bayi yang akan lahir. Di dalam rahim ibu tersebut ada bayi kembar yang berdialog
Bayi A bilang kalau setelah lahir pasti ada dunia yang terang benderang dimana kita bisa makan dari mulut, bernapas dengan bebas, berjalan dengan kaki, dan tidak memerlukan tali ini lagi (tali pusar). Bayi B membantah karena itu sangat tidak masuk akal dan menggelikan, "tidak ada apa-apa setelah lahir, kita tidak mungkin bisa bertahan tanpa tali ini".
Bayi A lalu bilang bahwa akan sangat menyenangkan jika setelah lahir bisa melihat wajah ibu mereka.
Bayi B membantah tidak ada yang namanya ibu," jika dia ada kita sekarang bisa melihatnya dan mendengarnya".
Bayi A menyangkal, karena selama ini perasaannya mengatakan kalau ibu itu seolah melingkupi kita, melindungi, dan terasa sangat dekat walau tidak terlihat. "Aku dapat merasakan kehangatan dan kasih sayangnya".
kurang lebih seperti itu dialog diantara mereka, penggambaran yang bagus akan keberadaan Allah yang kadang kita lupakan keberadaannya. Saya harus mencari buku ini di toko buku, karena saya sangat tersentuh dengan dialog kedua bayi itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar